Wajib Tahu! Inilah Perbedaan Bunga Bank Konvensional Dgn Bagi Hasil Bank Syariah!

Perbedaan Bunga Bank Konvensional dgn Bagi Hasil Bank Syariah – Apa perbedaan antara menabung di bank konvensional dgn di bank syariah? Apakah menabung di bank konvensional itu diharamkan? Itulah beberapa pertanyaan yg kerap muncul perihal menabung di bank konvensional dan bank syariah.

Hal ini wajar, mengingat dgn mudahnya seseorang mengakses informasi tentang pengetahuan tentang agama dan teknologi. Dgn kemudahan tersebut, tentu saja dapat merubah pola pikir seseorang. Dari yg semula tidak tahu tentang bahayanya riba sampai menjadi tahu, terlebih fasilitas menabung di bank syariah kini kian menjamur di Indonesia.

Maka tidak salah banyak masyarakat (khususnya yg beragama Islam) ingin ‘melarikan’ dananya dr bank konvensional ke bank syariah. Hal ini umumnya dilakukan utk mengembangkan uang dgn aman dan halal.

Sebenarnya, transaksi antara bank konvensional dan bank syariah blh dibilang serupa, tapi tidak sama. Perbedaan keduanya terletak pd akad (perjanjian) transaksi. Pd bank konvensional, kredit hanya didasarkan pd transaksi pinjaman uang.

Misalnya, seorang nasabah mengajukan KPR utk pembelian rumah seharga 1 Milyar dgn DP sebesar 400 juta. Itu artinya kekurangan dana yg dibiayai bank sebesar 600 juta.

Pada bank konvensional, transaksi kredit itu mewajibkan nasabah utk membayar utang pokok ditambah bunga, misalnya saja 10%. Umpanyanya pembayaran kredit selama 120 bulan. Namun, tak ada kepastian berapa total bunga yg dibayar nasabah selama jangka waktu kredit berlangsung. Sebab tarif bunga dapat berubah-ubah setiap waktunya.

aaaaaab 1 - Wajib Tahu! Inilah Perbedaan Bunga Bank Konvensional Dgn Bagi Hasil Bank Syariah!

Sedangkan bank syariah menggunakan salah satu dr tiga akad, yaitu: akad jual beli, bagi hasil dan sewa menyewa. Semua itu tergantung pd tujuan dan penggunaannya.

Seperti contoh di atas, pd kasus KPR, akad bank dan nasabah bukan akad pinjaman uang, melainkan akad jual beli rumah. Dimana bank sbg penjual dan nasabah sbg pembeli. Disini, bank akan terlebih dahulu mengirimkan purchase order ke developer atau penjual pertama. Barulah bank menjual rumah tersebut ke nasabah. Adapun nilai pembiyaan yg dicantumkan pd akad adalah harga jual rumah bank ke nasabah, yaitu harga beli bank dr developer dikurangi DP nasabah, ditambah margin keuntungan bank.

Jika DP nasabah sebesar 30% dan bank mengambil margin keuntungan yg sama seperti di atas, yaitu sebesar 10%, maka kredit (harga jual) yg perlu dibayar nasabah sebesar 770 juta yg dicicil selama 120 bulan. Dimana yg dicicil oleh nasabah adalah harga jual tersebut, sehingga ada kepastian jumlah pembayarannya.

Jadi pd intinya: bank konvensional, bunga pinjaman bisa saja berubah setiap thn. Namun, dlm prinsip syariah, bank selaku penjual tidak diperkenankan mengubah harga jual beli yg telah disepakati pd saat akad.

Selain itu, dlm agama Islam membolehkan usaha dan niaga yg mendatangkan keuntungan. Jadi, yg dibagi kenasabah adalah presentase laba yg didapat. Bukan dr jumlah yg disimpan. Inilah yg disebut bagi hasil keuntungan dr suatu usaha atau perdagangan. Bukan dati konsep bunga dr simpanan uang di bank.

Hal lain yg membedakan antara bank konvensional dan bank syariah adalah dr segi pembiayaan. Bank syariah tidak blh membiayai objek usaha yg dilarang agama. Disk0t1k atau produksi minuman ber4lk0h0l.

Adapun perbedaan bunga bank konvensional dgn bagi hasil di bank syariah adalah:

1.   Pada saat akad:

Bunga Bank Konvensional:

Penentuan bunga dibuat saat perjanjian tanpa berdasatkan untung rugi.

Bagi Hasil Bank Syariah:

Penentuan bagi hasil dibuat saat perjanjian berdasarkan untung/rugi

2.  Bagi hasil:

Bunga Bank Konvensional:

Jumlah persen bunga berdasarkan jumlah (modal) yg ada

Bagi Hasil Bank Syariah:

Jumlah nisbah bagi hasil berdasarkan jumlah keuntungan yg dicapai

3.  Pembayaran:

Bunga Bank Konvensional:

Pembayaran bunga tetap seperti perjanjian tanpa pertimbangan apakah proyek yg dijalankan pihak kedua untung/rugi.

Bagi Hasil Bank Syariah:

Bagi hasil tergantung hasil usaha. Jika usaha tak untung atau mengalami kerugian, resiko di tanggung kedua pihak.

4.  Jumlah pembayaran:

Bunga Bank Konvensional:

Jumlah pembayaran bunga tak meningkat walau keuntungan berlipat ganda

Bagi Hasil Bank Syariah:

Bagi hasil meningkat sesuai peningkatan keuntungan

5.  Pengembalian:

Bunga Bank Konvensional:

Pengembalian/pembayaran bunga itu haram

Bagi Hasil Bank Syariah:

Penerimaan/pembagian keuntungan itu halal. Baca Juga: Dimana Sebaiknya Menyimpan Atau Menginvestasikan Uang Agar Mendapatkan Keuntungan Berlipat?

Loading...

Tags: #bagi #Bank #Bunga #Hasil #Inilah #Konvensional #Perbedaan #Syariah #Tahu #Wajib

author
Author: 
    Ratu Kebaya Masuk U | Telefilem Komedi Lakonan Ruhainies
    JUDUL : RATU KEBAYA MASUK U WAKTU SIARAN : Jumaat, 12 Januari 2018.
    Kompilasi 52 LAWAK Dubbing ajqhrs (@ajqhrs ig)
    Episod Penuh di http://www.layanon9.pro/ Like facebook page kami di https://www.facebook.com/layanon9 Follow kami di
    Rizki DA & Lesti DA – Rindu Berat | Tour Dangdut Vaganza
    Rizki DA & Lesti DA menyanyikan lagu Rindu Berat di Tour Dangdut Vaganza
    Biodata Pemain Anak Langit SCTV
    Berikut video biodata lengkap para pemain sinetron Anak Langit di SCTV Rating video:

    Leave a reply "Wajib Tahu! Inilah Perbedaan Bunga Bank Konvensional Dgn Bagi Hasil Bank Syariah!"