Kisah Uwais Al Qarni, Lelaki Yg Solatnya Tidak Pernah Ditolak Dan Doanya Sentiasa Dimakbulkan Allah SWT.

Loading...

x 41 - Kisah Uwais Al Qarni, Lelaki Yg Solatnya Tidak Pernah Ditolak Dan Doanya Sentiasa Dimakbulkan Allah SWT.

Seorang manusia blh berbangga apabila ia terkenal di seluruh dunia. Tetapi itu tidak menjamin dirinya menjadi terkenal di kalangan penduduk langit. Dlm sebuah hadis disebutkan bahawa di langit ada ribuan malaikat yg selalu mengucapkan kalimat pujian kepada Allah SWT.

Khususnya dgn adanya Takhta Tuhan di sana, ia menjadikan kedudukan langit menjadi sangat istimewa dlm Islam. Ternyata ada kelas manusia yg sangat terkenal di kalangan penduduk langit.

Bukan artis, atau selebriti, dia hanya manusia biasa yg bekerja sbg kawanan kambing miskin dan miskin yatim piatu. Walau bagaimanapun, Rasulullah SAW mengatakan bahawa semua penghuni langit mengenalnya, bahkan doanya selalu diberikan oleh Allah SWT. Siapa dia? Berikut adalah kajian semula.

Adakah Uwais Al Qarni, seorang lelaki yg namanya terkenal di kalangan penduduk langit. Bahkan Nabi Muhammad SAW memerintahkan Ali bin Abu Talib dan Umar bin Khattab meminta doa oleh Uwais Al Qarni, kerana solatnya tidak pernah ditolak oleh Allah SWT.

Al-Uwais Al-Qarni hidup begitu teruk, tetapi Dia tidak pernah mengadukan dan menguji dgn sabar. Lelaki muda ini datang dr Yemen dan menderita pen yakit Kopak atau tu buhnya terperangkap.

Keadaan ini tidak memisahkannya dr Tuhan. Ia adalah badan Uwais Al Qarni yg tepat menjadi lebih saleh dan sangat mengabdikan kepada satu-satunya ibu bapa yg memiliki ibu.

Ternyata keadaan ibunya tidak kurang khawatir. Ibunya tua mengalami lumpuh, memerlukan Uwais utk menjaga dan memenuhi semua permintaan.

Walau bagaimanapun, terdapat satu permintaan Ibu yg kelihatan sukar utk diberikan, iaitu utk menunaikan haji ke tanah suci. Bagaimanakah Uwais yg miskin dpt menghantar ibu ke ziarah?

Sementara utk bisa sampai ke sana harus melewati gurun pasir tandus yg panas dgn perbekalan yg tidak sedikit. Namun Allah tentu memiliki cara utk mengundang Hamba-hamba pilihan-Nya.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dgn kamu, ikhtiarkan agar Ibu dpt mengerjakan haji,” pinta Ibunya.

Meski terkejut dgn permintaan sang ibu, namun Ia tidak patah arang. Ia kemudian berpikir tentang bagaimana mencari jalan keluar. Kemudian Ia membeli seekor anak lembu.

Ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Tindakan ini membuat orang desa begitu heran, bahkan sebagian menganggapnya aneh dan gi la.

Lembu tersebut semakin hari semakin besar, sehingga membutuhkan tenaga yg besar pula utk bisa mengangkatnya. Namun karena sudah terbiasa setiap hari, lembu tersebut tidak terasa berat lagi.

Setelah 8 bln berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dgn otot Uwais yg makin membesar.

Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan utk menggendong Ibunya.

Saat musim haji tiba, Ia benar-benar menggendong ibunya dr Yaman menuju Mekkah. Masya Allah. Begitu besarnya kasih sayang Uwais kepada sang Ibu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. “Bagaimana dgn dosamu?” tanya ibunya heran. Uwais menjawab, “Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dr Ibu yg akan membawa aku ke surga.”

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yg tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dr penyakit sopaknya.

Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Hikmahnya adalah agar mudah ditemukan oleh Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Karena saat masih hidup Rasulullah berpesan agar kedua sahabat Nabi itu menemukan Uwais dan meminta di doakan karena doanya sangat makbul.

“Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yg doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dr arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dgn dia minta tolong dia berdua utk kamu berdua.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pd ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yg bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci pdmu byk bicara, dan byk bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pertemuan Uwais Al-Qarni dgn Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib

Dalam hidupnya, Uwais Al-Qarni sangat mecintai Rasulullah SAW. Ia begitu sedih saat melihat tetangganya kembali dr Madinah dan bisa menemui kecintaannya itu.

Saat itu, berita tentang patahnya gigi Nabi Muhammad saat perang Uhud terdengar ke berbagai negeri. Ia pun kemudian menggetok salah satu giginya dgn batu sehingga patah sbg ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad SAW.

Ternyata kerinduan Uwais memuncak. Akhirnya Ia mendekati ibunya utk meminta izin pergi menemui Rasul. Mendengaar permohonan sang anak, Ibu Uwais mengizinkannya pergi.

“Pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dgn Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”

Hati Uwais begitu gembira. Ia segera berkemas dan meninggalkan Yaman. Namun Ia terlebih dahulu mempersiapkan segala kebutuhan sang Ibu, serta berpesan kepada tetangganya agar dpt menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Perjalanan pun dimulai, jauhnya Madinah ternyata tidak menyurutkan niatnya. Setelah sampai di Madinah, sampailah Uwais di rumah Nabi.

Sayang, pd saat itu Nabi tengah dlm peperangan dan hanya ditemukan Aisyah ra. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang utk berjumpa langsung dgn Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dpt dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dr medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yg sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya utk menunggu dan berjumpa dgn Nabi saw.

Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dgn terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra utk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya utk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dgn perasaan amat haru.

Setelah peperangan usai, Nabi Muhammad SAW kemudian kembali ke Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi bertanya kepada Siti Aisyah perihal siapa yg datang mencarinya.

Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yg taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun.

Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yg mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dpt meninggalkan ibunya terlalu lama.

Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dgn dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dgn dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit.

Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yg datang dr Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yg tak punya apa-apa itu, yg kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dr Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka.

Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yg baru datang dr Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka.

Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat.

Setelah mengakhiri shalatnya dgn salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya utk bersalaman.

Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dgn segera membalikkan tangan Uwais, utk membuktikan kebenaran tanda putih yg berada di telapak tangan Uwais, seperti yg pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni bersinar. Memang benar seperti yg dikatakan Rasulullah bahawa dia adalah penghuni surga. Khalifah Umar ra dan Ali ra meminta namanya, dan menjawab, “Abdullah.”

Apa kata anda? Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Kongsi Ya. Terima Kasih

Sumber: Sumber

Loading...

Tags: #Allah #Dimakbulkan #Ditolak #Doanya #Kisah #Lelaki #PERNAH #Qarni #Sentiasa #Solatnya #SWT. #tidak #Uwais

author
Author: 
    Sebelum ‘Cendol Dawet’ Viral, Abah Lala Berjuang Mati-Matian Sampai Rela Dihujat!
    slidegossip.com – Para pecinta lagu dangdut, khususnya di Pulau Jawa pasti tahu dgn
    Alhamdulilah, Team BBL Menang Miss SHOPhia Shopping Hunt 2019!
    Assalamualaikum semua… Miss SHOPhia Shopping Hunt 3.0 kembali lg thn ni. Ni kali
    (Video) Panduan Penjaminan Kualiti Pentaksiran Berasaskan Sekolah
    Penjaminan kualiti merupakan piawaian utk menentukan kualiti pelaksanaan PBS mengikut garis panduan yg
    Nikita Mirzani Siap Bayari Tiga Setia Gara Pulang ke Indonesia, Tapi Jawabannya Malah Begini!
    slidegossip.com – Artis asal Indonesia, Tiga Setia Gara yg kini tinggal di Amerika

    Leave a reply "Kisah Uwais Al Qarni, Lelaki Yg Solatnya Tidak Pernah Ditolak Dan Doanya Sentiasa Dimakbulkan Allah SWT."