Keanekaragaman Makhluk Hidup (Materi Lengkap)

. materi Biologi tentang Keanekaragaman Makhluk Hidup / Hayati meliputi pengertian, penyebab terjadinya, tingkat keanekaragaman, manfaat, dan peranan manusia dlm menurunkan serta meningkatkan keanekaragaman makhluk hidup. Mari kita bahas selengkapnya..

Pengertian Keanekaragaman Makhluk Hidup

Keanekaragaman makhluk hidup disebut juga dgn keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity). Keanekaragaman makhluk hidup adalah suatu istilah yg menunjukkan sejumlah variasi yg ada pd makhluk hidup di suatu lingkungan tertentu. Keanekaragaman itu dpt terjadi karena adanya perbedaan ciri-ciri dr masing-masing makhluk hidup tersebut seperti sifat, warna, ukuran, bentuk, habitat, dan lain sbgnya.

Penyebab Terjadi Keanekaragaman Makhluk Hidup

Kenekaragaman hayati dpt terjadi akibat dipengaruhi oleh faktor genetik dan faltor lingkungan.

Faktor genetik / faktor keturunan adalah sifat dr makhluk hidup itu sendiri yg diperoleh dr induknya. Faktor genetik ditentukan oleh gen atau pembawa sifat organisme tersebut.

Faktor lingkungan adalah faktor dr luar makhluk hidup, seperti lingkungan fisik, kimia, dan abiotik meliputi suhu, kelembapan cahaya, dan tekanan udara, mknan, mineral, dan lainnya.

Keanekaragaman makhluk hidup dpt terbentuk karena perkawinan (persilangan) dan kondisi lingkungan.

Perkawinan dan Persilangan
Perkawinan termasuk ke dlm faktor genetik terjadinya keanekaragaman hayati karena dgn adanya perkawinan antar individu, maka akan dihasilkan individu yg baru dgn mempunyai sifat berbeda dr induknya. Demikian pula dgn persilangan yg biasanya terjadi / dilakukan pd tumbuhan. Dgn melakukan persilangan dpt dihasilkan tanaman baru yg memiliki sifat-sifat unggul. Misalnya, persilangan pagi utk memperoleh bibit padi yg unggul. Dgn adanya varietas baru tersebut, maka terciptalah keanekaragaman makhluk hidup.

Keadaan Lingkungan

Keadaan lingkungan tempat makhluk hidup tinggal juga mempunyai  peranan penting dlm mempengaruhi keanekaragaman hayati. Contoh, di daerah pdng rumput akan terdapat lebih byk jenis makhluk hidup jika dibandingkan dgn daerah yg gersang seperti gurun pasir. Itu menunjukkan bahwa faktor kesuburan tanah berpengaruh terhadap keanekaragaman makhluk hidup di suatu daerah.

Tingkat Keanekaragaman Makhluk Hidup

Keanekaragaman Makhluk Hidup dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

1. Keanekaragaman Gen

Makhluk hidup tersusun atas ribuan bahkan unit satuan terkecil yg disebut sbg sel. Dlm inti sel terdapat materi pembawa sifat yg disebut gen. Setiap individu memiliki jumlah dan variasi susunan gen yg berbeda-beda namun bahan penyusunnya sama. Keanekaragaman tingkat gen ini dpt dilihat dr perbedaan ciri makhluk hidup dlm satu spesies.

Keanekaragaman gen juga sering dikenal dgn ras. Contohnya pd hewan misal pd ayam, ada ayam kate, ayam banten, dan ayam cemani. Sedangkan pd tumbuhan misalnya pd mangga, ada mangga gadung, mangga madu, dan mangga manalagi, dan lain sbgnya.

keanekaragamanBmakhlukBhidupBgen - Keanekaragaman Makhluk Hidup (Materi Lengkap)
2. Keanekaragaman Jenis

Keanekaragaman jenis adalah variasi makhluk hidup pd tingkat jenis (genus. Keanekaragaman ini terjadi pd makhuk hidup yg berbeda spesies tetapi masih satu family. Contoh pd family kucing (Felidae) yait harimau, chitah, kucing, leopard, singa, macan, dan lainnya. Meskipun masih dlm satu family, mereka memiliki ciri dan sifat yg berbeda.

keanekaragamanBhayatiBjenis - Keanekaragaman Makhluk Hidup (Materi Lengkap)

3. Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem merupakan variasi komponen biotik, seperti tumbuhan, hewan dan mikroorganisme dgn faktor abiotik, seperti tanah, air, dan udara di suatu tempat tertentu.

Contoh : keanekaragaman pd hutan hujan tropis dan keanekaragaman pd gurun pasir.

keanekaragamanBekosistemBhutanBtropis - Keanekaragaman Makhluk Hidup (Materi Lengkap)
keanekaragamanBekosistemBgurunBpasir - Keanekaragaman Makhluk Hidup (Materi Lengkap)

Manfaat Keanekaragaman Makhluk Hidup

  • Sumber pangan, papan, dan sandang.
  • Sumber Obat dan Kosmetik
  • Sumber Energi
  • Lahan Penelitian dan Pengembangan Ilmu, misal Suaka marga satwa dan cagar alam yg digunakan sbg sarana pendidikan dan tempat penelitian.
  • Sarana Peningkatkan Nilai Budaya.
  • Sumber Plasma Nutfah, yaitu sifat-sifat unggul pd hewan, tumbuhan dan mikroba dan bersumber dihutan. Akan tetapi sifat tersebutada yg belum diketahui fungsinya. Namun, walaupun belum diketahui fungsinya kita jangan memusnahkannya karena mungkin saja didalamnya terkandung suatu zat yg berperan penting bg kehidupan.
  • Sumber Pendapatan, yaitu pemanfaatan suatu bgan tertentu pd flora dan fauna yg dpt dijual. Contoh : kayu gaharu yg digunakan sbg bahan baku dlm pembuatan kosmetik.
  • Sarana Rekreasi

Tindakan Manusia Yg Mengakibatkan Menurunkan Keanekaragaman Makhluk Hidup

  • Perusakan Habitat dan Pencemaran
  • Penggunaan Pestisida secara berlebihan
  • Perubahan Tipe Tumbuhan, misalnya perubahan dr hutan hujan tropik menjadi hutan produksi dpt mengakibatkan hilangnya tumbuh-tumbuhan liar penting.
  • Penebangan. Penebangan tidak hanya menghilangkan pohon yg diinginkan, tetapi juga akan merusak tanaman lain disekitarnya.
  • Introduksi Spesies yaitu upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yg telah memiliki spesies lokal.
  • Eksploitasi hewan dan tumbuhan berlebih
  • Pencemaran tanah, air, dan udara
  • Perubahan Iklim Global
  • Industrialisasi Pertanian dan Kehutanan

Upaya Manusia Utk Melestarikan dan Meningkatkan Keanekaragaman Makhluk Hidup

– Penghijauan kembali (reboisasi).
– Perawatan kelestarian hutan.
– Pelestarian hewan dan tumbuhan langka.
– Pelestarian hewan dan tumbuhan dibedakan menjadi 2, yaitu pelestarian in situ dan pelestarian ex situ

Pelestarian in situ adalah upaya pelestarian yg dilakukan di habitat aslinya. Contoh : pelestarian badak jawa di Ujung Kulon, pelestarian orang utan di Tanjung Putting dan pelestarian komodo di Taman Nasional Komodo.

Pelestarian ex situ adalah upaya pelestarian yg dilakukan diluar habitat aslinya, namun suasana lingkungan dibuat mirip dgn aslinya. Misal penangkaran hewan seperti gajah, singa, harimau di kebun binatang.

– Penetapan hutan suaka alam, yaitu hutan yg berfungsi sbg pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan hewan serta ekosistemnya, dan sbg wilayah penyangga kehidupan. Penyangga kehidupan artinya harus mampu memenuhi kebutuhan makhluk yg hidup di dlmnya.

Kawasan suaka alam dibagi menjadi dua wilayah, yaitu:

a. Cagar Alam
Cagar Alam, mempunyai ciri berupa tumbuhan, hewan, dan ekosistem tertentu yg perlu dilindungi utk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan, yg berlangsung secara alami. Contoh : Cagar alam Ujung Kulon, Cagar Alam Cibodas, Cagar Alam Limbo Pati, dan lain-lain.

b. Suaka Margasatwa
Mempunyai ciri khas berupa keragaman dan atau keunikan jenis hewan bg ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Utk kelangsungan hidupnya, dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. Contoh : Suaka Margasatwa Gunung Leuser, Suaka Margasatwa Way Kambas, Suaka Margasatwa Pulau Baun, dan sbgnya.

Demikian materi Biologi tentang Keanekaragaman Makhluk Hidup / Hayati meliputi pengertian, penyebab terjadinya, tingkat keanekaragaman, manfaat, dan peranan manusia dlm menurunkan serta meningkatkan keanekaragaman makhluk hidup. Semoga bermanfaat.


Loading...

Tags: #Hidup #Keanekaragaman #Lengkap #Makhluk #Materi

author
Author: 
    Kabur Dari Ibu Tiri yg Kejam, Gadis 14 Thn Ini Malah Diperkosa 6 Pria Selama 2 Hari!
    slidegossip.com – Seorang gadis remaja malang menjadi korban pemerkosaan yg dilakukan oleh 6
    Bangkrut Gara-Gara Corona, Pengusaha Muda Ini Sewa Pembunuh Bayaran Demi Uang Asuransi!
    slidegossip.com – Seorang pengusaha muda nekat melakukan tindakan tak terduga. Berawal dr kondisi
    Aktor Tampan Ini Dituntut Karena Memperkosa 3 Wanita! Pengacara: Kami Yakin Dia Akan Dibebaskan!
    slidegossip.com – Aktor tampan asal Amerika, Danny Masterson dituntut atas tuduhan pemerkosaan yg
    ABG Ngaku Diperkosa Pria Tak Dikenal Saat Mabuk! Baru Lapor Polisi Setelah Hamil 6 Bulan!
    slidegossip.com – Alangkah baiknya utk selalu bersikap hati-hati terhadap orang tak dikenal. Jangan

    Comments are closed.