Dua Kelompok Ulama Indonesia – Hasil Itjima’ Ulama GNPF dan Hasil Konferensi Ulama Internasional

Loading...

Hasil dr 2 Kelompok ini memang jadi pelomik bagi semua kalangan, Namun dianggap memiliki kepentingan yg berbeda. Kelompok dr GNPF yg mengklaim Itjima’ Ulama yg merupakan kelanjutan dr aksi 411 dan 212 menghasilkan nama-nama Calon Presiden dan Wakilnya utk Maju di Pertarungan Pilpres thn depan. hmm ULAMA yah..
Dua Kelompok Ulama Indonesia - Hasil Itjima' Ulama GNPF dan Hasil Konferensi Ulama Internasional

Ijtimak Ulama GNPF-U

Dibagikan Dimedia sosial https://www.facebook.com/HWMIcyber/posts/1460391627395225 
Oleh: Marzuki Wahid

Akhir2 ini ada dua pertemuan ulama. Satu di Menara Peninsula Jakarta, satu lagi di Islamic Center, Mataram NTB. Menarik dicermati, Ijtimak Ulama di Jakarta menghasilkan rekomendasi pencalonan Prabowo (Ketum Partai Gerindra) sbg Capres dg Salim Assegaf Aljufri (Ketua Dewan Syura PKS) atau Ust. Abdus Somad sbg Cawapresnya. Sementara pertemuan Ulama di NTB menghasilkan rekomendasi sbg berikut:

HASIL KONFERENSI ULAMA INTERNASIONAL NTB 2018

HASIL KONFERENSI ULAMA INTERNASIONAL NTB 2018
Lombok, 26-29 Juli 2018

Sabtu sore ini, Konferensi Ulama Internasional telah selesai. Dlm konfrensi ini berhasil mencetuskan 9 buah kesepakatan yg disebut sbg Lombok Message. Berikut Hasilnya:

  1. Para peserta konferensi bersepakat bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yg mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya, yg berpegang teguh pd Al-Qur`an dan Sunnah, yaitu para pengikut Asy’ariyyah-Maturidiyyah, para fukaha, ahli hadis dan tasawuf yg mengikuti Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad Saw.
  2. Konsep “al-firqah al-nâjiyah” (kelompok yg selamat) seperti disebut dlm beberapa riwayat dan menjadi salah satu pemicu perpecahan umat Islam, adalah masalah khilafiah yg belum disepakati para ulama. Riwayat-riwayat hadis tentang itu masih diperdebatkan para ulama, baik dr periwayatan (sanad) maupun substansinya (matan), terutama yg terkait dgn prediksi di akhirat bahwa “semuanya masuk neraka kecuali satu kelompok”. Ini masalah akidah yg harus didasari pd hadis-hadis yg mutawatir. Konsep ini tidak bertentangan dgn perbedaan dan keragaman dlm pandangan keagamaan, dan tidak bertolak belakang dgn perintah utk menjaga persatuan.
  3. Sektarianisme, rasisme dan diskriminasi dlm bentuk apa pun bertentangan dgn wasathiyyah (moderasi) Islam, dan harus dilawan dgn berbagai cara, sebab mengganggu keutuhan tanah air, memperkeruh harmoni sosial antara warga negara yg memiliki hak dan kewajiban yg setara. Wasathiyyah Islam menjamin hak utk berbeda, dan menjamin hak kebebasan penganut agama lain dlm menjalankan agama dan beribadah sesuai keyakinannya.
  4. Al-Azhar al-Syarif adalah garda depan wasathiyyah Islam sepanjang sejarah, lebih dr seribu thn, dgn metode yg mengakui dan mengukuhkan keragaman, menghormati pandangan dan sikap orang lain yg berbeda, tanpa menuduhnya kafir (takfîr), fasiq (tafsîq) dan berbuat bid`ah (tabdî).
  5.  Perlu membangun konsep pemikiran, bimbingan dan pendidikan bagi mereka yg keluar dr jalur wasathiyyah, yaitu penganut pemikiran ekstrem yg kembali (returnis) dr daerah-daerah konflik, agar dapat menjadi warga negara yg baik. Al-Azhar al-Syarif dan para ulamanya serta kantor-kantor cabang Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) yg tersebar di beberapa negara siap melakukan itu.
  6. Perlu membuat desain program pendidikan yg dibangun atas dasar wasathiyyat Islam dan nir-kekerasan, dgn target sasaran anak-anak yg akan menjadi harapan masa depan, dlm upaya membangun dan melindungi mereka dr pemikiran ekstrem yg bertentangan dgn wasathiyyah. Dlm hal ini, OIAA siap berbagai pengalaman dan mendukung secara substansi keilmuan.
  7.  Wasathiyyah Islam adalah metode dlm beribadah, bermuamalah, praktik ekonomi, sosial dan seluruh aspek kehidupan lainnya. Selain itu, wasathiyyah adalah solusi dlm menghadapi Islamofobia yg muncul akibat beberapa aksi terorisme, pertumpahan darah dan problematika lainnya.
  8. Perlu menyelenggarakan seminar dan konferensi, serta memanfaatkan berbagai media sosial dlm melakukan propaganda wasathiyyah dan counter pemikiran ekstrem. Selain itu juga perlu memberikan bimbingan bagi pemuda Muslim terkait situs-situs internet yg menyebarkan pemikiran ekstrem dan kekerasan.
  9. Wasathiyyah Islam memanusiakan dan memuliakan manusia, terlepas dr perbedaan agama dan keyakinan, menanamkan prinsip musyawarah dan keadilan sosial bagi seluruh penduduk suatu negara, menegaskan persatuan tanah air dan menanamkan loyalitas terhadap negara. Indonesia telah mengambil inisiatif baik dgn menjadikan nilai-nilai tersebut sbg dasar negara yg tercermin dlm Pancasila. Oleh karenanya, perlu terus dijaga dan dirawat.

Islamic Center NTB
Mataram, 28 Juli 2018
Loading...

Tags: #GNPF #Hasil #indonesia #Internasional #Itjima' #Kelompok #Konferensi #Ulama

author
Author: 
    Alieff Irfan akui filem separa lucahnya jejaskan maruah guru
    Filem ini telah pun dipadamkan di Youtube dan Facebook Video terbaharu personaliti Youtube
    Vicky Nitinegoro Ditangkap, Polisi: Kalau Gak Terbukti Narkoba Ya Dipulangkan!
    slidegossip.com – Model dan aktor tampan Vicky Nitinegoro kini tengah diamankan di Polda
    Diminta Jadi Ketua Umum Partai, Awkarin: Saya Gak Akan Ditunggangi Pihak Manapun!
    slidegossip.com – Selebgram kondang Awkarin kembali menyita perhatian publik. Setelah sebelumnya ia sempat
    Lucinta Luna Ketahuan Lagi Bernama Asli Muhammad Fatah dan Abash Adalah Wanita Bernama Dian Ayu?
    slidegossip.com – Nama Lucinta Luna sudah lekat dgn imej artis yg tak kenal

    Leave a reply "Dua Kelompok Ulama Indonesia – Hasil Itjima’ Ulama GNPF dan Hasil Konferensi Ulama Internasional"