Ayo . . . Marayakan Thn Baru Islam ( Hijriyah )

Loading...

Rangkuman mengenai Thn Baru Islam atau Bulan Muharam.

#1 Hari Bersejarah dibulan Muharam – Hikmah

(Asyura’ / 10 Muharram) Hari Kemenangan Para Nabi
Tanggal 10 Muharram merupakan hari besar kita selaku umat Muslim. Pd tanggal 10 Muharram, Allah SWT telah memberikan anugerah-Nya kepada para Nabi dan Rasul utusan-Nya. Di antaranya peristiwa-peristiwa yg terjadi pd hari Asyura’ atau 10 Muharram tersebut adalah :

  • Nabi Adam a.s. diterima taubatnya oleh Allah SWT. Ketika Nabi Adam a.s. bersama  Hawa masih tinggal di surga, beliau berdua memakan buah khuldi sehingga beliau berdua diturunkan ke muka bumi. Setelah Nabi Adam mempergiat ibadahnya, maka Allah SWT pun menenima taubatnya.
  • Nabi Idris a.s. memperoleh derajat yg luhur dr Allah SWT disebabkan sifat belas kasih beliau terhadap sesamanya. Bahkan, Nabi Idris juga sangat memper hatikan dan membantu malaikat dlm mengatur matahari yg karena doa Nabi Idris a.s., maka malaikat dapat menjalankan tugasnya dgn lebih mudah.
  • NabI Musa a.s mendapat anugerah Allah yg sungguh sangat besar, yaitu Kitab Taurat. Hal itu terjadi ketika beliau a.s. berada di bukit Tursina (Sinai), beliau a.s. menerima wahyu yg langsung dan Allah SWT tanpa perantara malaikat.
  • Nabi Ibrahim a.s. terhindar dan fitnah Raja Namrud, karena dituduh menghancurkan berhala di kuil pemujaan Namrud. Meskipun Nabi Ibrahim a.s. dibakar hidup-hidup, namun berkat pertolongan Allah SWT serta keteguhan iman beliau terhadap keadilan Allah, maka diri beliau a.s. selamat tanpa terluka atau kurang suatu apapun meski jilatan api yg hebat menyelimuti diri beliau.
  • Nabi Nuh a.s. beserta para pengikut beliau turun dr perahu penyelamat setelah terjadinya banjir raksasa dan taufan yg dahsyat yg telah rnembinasakan orangorang yg durhaka kepada Allah SWT.
  • Nabi Yusuf a.s. dibebaskàn dr penjara karena fitnah keji. Zulaihah menuduh beliau a.s. hendak memperkosanya, meski sebenarnya ia sendiri yg tertarik dgn ketampanan Nabi Yusuf a.s. serta mengajak berbuat serong. Fitnahan keji Zulaihah tidak mendasar setelah bukti-bukti menunjukkan bahwa Nabi Yusuf a.s. memang benar adanya.
  • Nabi Ya’qub a.s. sembuh dan penyakit mata yg beliau derita akibat kabar perihal anak beliau, yakni Nabi Yusuf a.s., meninggal. Akibat kesedihan beliau sehingga beliau sering mengalirkan air mata sehingga akhirnya beliau tidak bisa melihat lagi. Ketika beliau mendengar kabar keselamatan anaknya, maka mata Nabi Ya’qub a.s. kembali terbuka dan kembali dapat melihat lagi.
  • Nabi Yunus a.s. dapat keluar dr perut ikan Nun, satu jenis ikan yg amat besar. Beliau telah diselamatkan Allah SWT dr kejaran umatnya yg tidak beriman dgn cara ditelan ikan Nun saat beliau ménceburkan diri ke laut. Beliau a.s. selamat tanpa kurang suatu apapun setelah ikan Nun memuntahkan kembali dan selamat pula beliau dan fitnah umatnya yg tidak beriman tersebut.
  • Nabi Sulaiman a.s. mendapatkan istana yg sangat megah.
  • Nabi Daud a.s. disucikan dr dosa. Tuduhan bahwa Nabi Daud a.s. sengaja mengirimkan panglima perangnya agar panglima perangnya tersebut gugur di medan perang serta beliau a.s. dapat mengambil janda panglima perangnya memang tidak mendasar dan tidak diperkuat dgn bukti-bukti yg jelas lagi benar. Mustahil bagi seorang Nabi yg merupakan orang pilihan dan Allah SWT utk berbuat rendah semacam itu mengingat Nabi bersifat makhsum dan jauh dan sifat-sifat maksiat.
  • Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya mendapat anugerah dan kewaspadaan dlm menetapi hidayah Al Qur’an. Mengingat begitu banyaknya peristiwa-peristiwa yg berkeaan dgn hari Asyura’tersebut, maka umat islam disunnatkan utk mclaksanakan ibadab puasa serta lebih

#2 Keutamaan Bulan Muharram

  • Syukur atas Usia yg diberikan Allah. 

Umur adalah nikmat yg diberikan Allah pd kita, dan jarang kita syukuri. Betapa banyak orang yg kita kenal, baik teman, sahabat , keluarga, guru, atau siapa pun yg kita kenal, thn lalu masih hidup bersama kita. Bergurau, berkomunikasi, mengajar, menasehati atau melakukan aktifitas hidup seharihari, namun thn ini dia telah tiada. Dia telah wafat, menghadap Allah Suhanahu wa ta’ala dgn membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan utk bertaubat, memperbaiki kesalahan yg kita perbuat, menambah amal shaleh sbg bekal menghadap Allah.
Umur yg kita hitung pd diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dgn hitungan yg mengacu pd kalender hijriyah.

Sementara, lepas dr masalah ajal yg akan datang menjemput sewakatu-waktu, terkadang kita menganggap usia kita yg dibanding Rasulullah saw. yg wafat pd usia 63 thn, kita merasa masih jauh dr angka itu. Pdhal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dr yg kita tetapkan.

Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yg masih diberi kesehatan, kelapangan rizki dan kesempatan utk beramal lalai bersyukur pd Allah dgn mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya.

  • Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar. 

Ini adalah hal yg penting dilakukan setiap muslim. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yg telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yg bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh.
Apa yg sudah dilakukan sbg bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur’an, sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yg kita lakukan? Malam-malam yg kita lewati, lebih sering kita gunakan utk sujud kepada Allah, meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak utk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron, film dan sbgnya dr televisi? Langkah-langkah kaki kita, kemana kita gunakan? Dan sbgnya.

Pertanyaan-pertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yg beriman pd Allah dan Hari Akhir, lebih-lebih dlm suasana pergantian thn seperti sekarang ini. Pergantian thn bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita, namun peringatan bagi kita apa yg sudah kita lakukan thn lalu, dan apa yg akan kita perbuat esok.

Allah berfirman :

(( ولتنظر نفسما قدمت لغد واتقوا الله إن الله خبیر بما تعملون يا أيھا الذين آمنوا اتقوا الله ))

Hai orang-orang yg beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yg telah diperbuatnya utk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yg kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr: 18).

Ayat ini memperingatkan kita utk mengevaluasi perbuatan yg telah kita lakukan pd masa lalu agar meningkat di masa datang yg pd akhirnya menjadi bekal kita pd hari kiamat kelak.

Rasulullah saw bersabda : “Orang yg cerdas adalah orang yg menghitunghitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sbg persiapan menghadapi kematian”.

Dalam sebuah atsar yg cukup mashur dr Umar bin Khaththab ra beliau berkata :

“Hitunglah amal kalian, sebelum dihitung oleh Allah”

  •  Mengenang Hijrah Rasulullah saw

Sebenarnya dlm kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dr Mekah ke Madinah adalah pd akhir bulan Shafar, dan tiba di Madinah pd awal bulan Rabiul Awal. Jadi bukan pd tanggal 1 Muharram sbgmana anggapan sebagian orang. 

Sedangkan penetapan Bulan Muharram sbg awal bulan dlm kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pd zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam. 
Pada saat itu ada yg mengusulkan Rabiul Awal sbg l bulan ada pula yg mengusulkan bulan Ramadhan. Namun kesepakatan yg muncul saat itu adalah bulan Muharram, dgn pertimbangan pd bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw utk hijrah pasca peristiwa Bai’atul Aqabah, dimana terjadi bai’at 75 orang Madinah yg siap membela dan melindungi Rasulullah SAW, apabila beliau datang ke Madinah. Dgn adanya bai’at ini Rasulullah pun melakukan persiapan utk hijrah, dan baru dapat terealisasi pd bulan Shafar, meski ancaman maut dr orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau.

Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sbg sebuah pelajaran berharga dlm kehidupan kita. Betapapun berat menegakkan agama Allah, tetapi seorang muslim tidak layak utk mengundurkan diri utk berperan didalamnya. Rasulullah SAW, akan keluar dr rumah sudah ditunggu orangorang yg ingin membunuhnya. 

Begitu selesai melewati mereka, dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa,masih juga dikejar, namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan. Namun pengejaran tetap dilakukan, tetapi Allah menyelamatkan beliau yg ditemani Abu Bakar sehingga sampai di Madinah dgn selamat. Allah menolong hamba yg menolong agamaNya. 
Perjalanan dr Mekah ke Madinah yg melewati pdng pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yg menuntut sebuah pengorbanan. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. Begitu tiba di Madianah, dimulailah babak baru perjuangan Islam. 
Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan. Menyampaikan wahyu Allah, mendidik manusia agar menjadi masyarakat yg beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yg tidak ingin hadirnya agama baru. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang utk menyabung nyawa demi tegaknya agama Allah, sehingga Islam tegak sbg agama yg dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. Lalu sudahkah kita berbuat utk agama kita?

  •  Kalender Hijriyah adalah Kalender Ibadah kita

Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yg kita lakukan seringkali berkait erat dgn penanggalan Hijriyah. Akan tetapi hari yg istimewa bagi kebanyakan dr kita bukan hari Jum’at, melainkan hari Minggu. 

Karena kalender yg kita pakai adalah Kalender Masehi. Dan sekedar mengingatkan, hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum’at adalah sayyidul ayyam (hari yg utama diantara hari yg lain). 
Demikian pula penetapan hari raya kita, baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pd hitungan kalender Hijriyah. Wukuf di Arafah yg merupakan satu rukun dlm ibadah haji, waktunya pun berpijak pd kalender hijriah. Begitu pula awal Puasa Ramadhan, puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13,14,15 tiap bulan) dan sbgnya mengacu pd Penanggalan Hijriah. 
Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim utk menambah perhatiannya pd Kalender Islam ini.

  • Beberapa Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Muharram

a. Bulan Haram
Muharram, yg merupakan bulan pertama dlm Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yg dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sbgmana firman Allah Ta’ala :

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dlm ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram.” (Q.S. at Taubah :36).

Dalam hadis yg dr shahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :

“Sesungguhnya zaman itu berputar sbgman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yg dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yg terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada keempat bulan ini Allah melarang kaum muslimin utk berperang. Dlm penafsiran lain adalah larangan utk berbuat maksiat dan dosa. Namun bukan berarti berbuat maksiat dan dosa blh dilakukan pd bulan-bulan yg lain. 

Sebagaimana ayat Al Qur’an yg memerintahkan kita menjaga Shalat Wustha, yg banyak ahli Tafsir memahami shalat wustha adalah Shalat Ashar. Dlm hal ini, shalat Ashar mendapat perhatian khusus utk kita jaga.

Firman Allah : “Peliharalah segala shalat mu, dan peliharalah shalat wustha” (Q.S. al Baqarah :238) Nama Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Maka kembali pd permasalahan yg telah dibahas sebelumnya, hal tersebut bermakna pengharaman perbuatan-perbuatan yg dilarang Allah memiliki tekanan khusus utk dihindari pd bulan ini.

b. Bulan Allah
Bulan Muharram merupakan suatu bulan yg disebut sbg “syahrullah” (Bulan Allah) sbgmana yg disampaikan Rasulullah SAW, dlm sebuah hadis. Hal ini bermakna bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandingkan dgn lafdzul Jalalah (lafadz Allah). 

Para Ulama menyatakan bahwa penyandingan sesuatu pd yg lafdzul Jalalah memiliki makna tasyrif (pemuliaan), sbgmana istilah baitullah, Rasulullah, Syaifullah dan sbgnya.

Rasulullah bersabda : “Puasa yg paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bula Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yg paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim)

c. Sunnah Berpuasa
Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yg dikenal dgn istilah Yaumul ‘Asyuro, yaitu pd tanggal sepuluh bulan ini. Asyuro berasal dr kata Asyarah yg berarti sepuluh.

Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yg diajarkan Rasulullah saw. kepada umatnya utk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta’ala. Yaitu ibadah puasa, yg kita kenal dgn puasa Asyuro.

Adapun hadis-hadis yg menjadi dasar ibadah puasa tersebut, diantaranya :

1.Diriwayatkan dr Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda :

“ Aku berharap pd Allah dgn puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

2. Ibnu Abbas ra berkata :

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras utk puasa pd suatu hari melebihi yg lainnya kecuali pd hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

3. Ibnu Abbas ra berkata :

Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pd hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pd hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dr musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pd hari ini.

Rasulullah pun bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa drpada kalian“ Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya utk berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim)

4.Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas ra berkata :

Ketika Rasulullah saw. berpuasa pd hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata : “Ya Rasulullah ini adalah hari yg diagungkan Yahudi dan Nasrani”. Maka Rasulullah pun bersabda:

“Jika thn depan kita bertemu dgn bulan Muharram, kita akan berpuasa pd hari kesembilan (tanggal sembilan).“ (H.R. Bukhari dan Muslim)

Imam Ahmad dlm musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dlm shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dr Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw. bersabda :

“Puasalah pd hari Asyuro, dan berbedalah dgn Yahudi dlm masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“

Selain hadis-hadis yg menyebutkan tentang puasa di bulan ini, tidak ada ibadah khusus yg dianjurkan Rasulullah utk dikerjakan di bulan Muharram ini.

Bagaimana Berpuasa di bulan Asyura ? Ibnu Qoyyim dlm kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yg ada- menjelaskan :

– Urutan pertama, dan ini yg paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11)

– Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yg disebutkan dlm banyak hadits

– Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja. Puasa sebanyak tiga hari (9,10,dan 11) dikuatkan para para ulama dgn dua alasan sbg berikut :

1. Sbg kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat,maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10)

2. Dimasukkan dlm puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).

Adapun puasa tanggal 9 dan 10, dinyatakan jelas dlm hadis pd akhir hidupbeliau sudah merencanakan yg shahih, dimana Rasulullah utk puasapada tanggal 9. hanya saja beliau meninggal sebelum melaksanakannya. 

Beliau juga memerintahkan para shahabat utk berpuasa pd tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dgn ibadah orang-orang Yahudi. Sedangkan puasa pd tanggal sepuluh saja, sebagian ulama memakruhkannya, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yg lain.

Secara umum, hadits-hadis yg terkait dgn puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah saw utk melakukan puasa,sekalipun itu hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah, dan tetunya kita berusaha utk menghidupkan sunnah yg telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.

  •  Adat Istiadat di Tanah Air

Pada awal Muharram, yg sering dikenal dgn istilah 1 Suro, di tanah air  sering diadakan acara ritual dan adat yg beraneka macam bahkan tidak jarang mengarah pd kesyirikan, seperti meminta berkah pd benda-benda yg dianggap keramat dan sakti, membuang sesajian ke laut agar Sang Dewi penjaga laut tidak marah dan lain sbgnya. 

Hal-hal semacam ini harus dihindari oleh setiap muslim dimanapun mereka berada. telah mengajarkan pd kita agar Rasulullah memiliki jati diri sbg seorang Muslim dlm kehidupan. Jangan sampai seorang muslim mudah terbawa oleh budaya atau ritual agama lain dlm menjalankan ibadah pd Allah. 
Ajaran yg dibawa Rasulullah telah jelas dan sempurna tidak layak bagi kita utk menambah atau menguranginya. Karena sebaik-baik pedoman adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, yg tidak ada keselamatan kecuali dgn berpegang kepada keduanya dgn mengikuti pemahaman para sahabat, tabi’in dan penerus mereka yg setia berpegang kepada sunnahnya dan meniti jalannya, adapun hal-hal baru dlm masalah agama adalah sesat sedangkan kesesatan itu akan menghantarkan ke neraka, wal’iyadzubillah.

Semoga kita selalu diberi taufiq dan dibimbing oleh Allah swt. Kejalan-Nya yg lurus serta mendapatkan keridhaan dan ampunany-Nya, amin ya rabbal ‘alamin

#3 Doa Awal Thn Baru Islam dan Doa Akhir Thn Hijriyah

Doa Awal Thn

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَا ئَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya: 
Dengan menyebut asma Alloh Yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau. 
Ya Alloh! Apa yg saya lakukan pd thn ini tentang sesuatu yg Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertaubat, pdhal Engkau tidak meridloi (merelakannya), tidak melupakannya dan Engkau bersikap lembut kepadaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku utk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada MU, maka sungguh aku mohon ampun kepada MU, ampunilah aku! Dan apapun yg telah aku lakukan dr sesuatu yg Engkau ridloi dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada MU ya Alloh, Dzat Yg Maha Pemurah, Dzat Yg Maha Luhur lagi Mulia, terimalah persembahanku dan janganlah Engkau putus harapanku dr MU, wahai Dzat Yg Maha Pemurah! Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.

Doa Akhir Thn

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَ
اَوْلِيَائِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِى اِلَيْكَ زُلْفَى يَاذَالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam. Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-’azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya: 
Dengan menyebut asma Alloh Yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Alloh tetap melimpahkan rahmat dan salam (belas kasihan dan kesejahteraan) kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat Beliau. 
Ya Alloh! Engkau Dzat Yg Kekal, yg tanpa Permulaan, Yg Awal (Pertama) dan atas kemurahan MU yg agung dan kedermawanan MU yg selalu berlebih, ini adalah thn baru telah tiba: kami mohon kepada MU pd thn ini agar terhindar (terjaga) dr godaan syetan dan semua temannya serta bala tentara (pasukannya), dan (kami mohon) pertolongan dr godaan nafsu yg selalu memerintahkan (mendorong) berbuat kejahatan, serta (kami mohon) agar kami disibukkan dgn segala yg mendekatkan diriku kepada MU dgn sedekat-dekatnya. Wahai Dzat Yg Maha Luhur lagi Mulia, wahai Dzat Yg Maha Belas Kasih!
Loading...

Tags: #Baru #Hijriyah #Islam #Marayakan

author
Author: 
    Ditanya Jika Bertemu Syahrini dan Reino, Luna Maya: Gue Nggak Pernah Menghindar!
    slidegossip.com – Meski telah berakhir, kisah asmara Luna Maya dgn Reino Barack menjadi
    Jom Cuti Sekolah Bersama Captain Quack & Friends Di Sunway Lagoon
    Hi semua.. Dah masuk cuti sekolah kan mesti tengah planning nak bawa anak-anak
    Sindir Artis yg Suka Pamer Isi ATM? Tamara Bleszynski: Receh, Sangat Memalukan!
    slidegossip.com – Belakangan ini byk artis-artis yg ikut-ikutan membongkar isi saldo di ATM
    Bibir Bengkak, Barbie Kumalasari Disantet? Mbah Mijan: Dari Orang yg Ditolak Cintanya!
    slidegossip.com – Kabar mengejutkan datang dr Barbie Kumalasari. Baru-baru ini bibir Barbie Kumalasari

    Leave a reply "Ayo . . . Marayakan Thn Baru Islam ( Hijriyah )"