Apa Itu Deepfake dan Inilah Bahayanya

Loading...

apa itu deepfake dan inilah bahayanya - Apa Itu Deepfake dan Inilah Bahayanya

Aplikasi kamera saat ini sudah sedemikian canggih. Para pengguna sekarang bisa membuat kaki mereka terlihat lebih panjang, menghilangkan kerutan di wajah, menambahkan telinga hewan dan sekarang bahkan membuat video palsu yg terlihat sangat asli. Teknologi utk membuat konten digital semacam itu kini makin mudah dijangkau oleh publik dan konten semacam itu disebut “deepfake”. Deepfake adalah video rekayasa atau materi digital yg dibuat oleh kecerdasan buatan yg canggih sehingga menghasilkan gambar dan suara yg terlihat dan terdengar asli.

Dilansir dr laman CNBC, Senin (14/10), video semacam itu kini semakin mudah didapat dan canggih, tulis John Villasenor, akademisi senior studi pemerintahan di Pusat Inovasi Teknologi organisasi kebijakan publik yg berbasis di Washington, Amerika Serikat, Institusi Brookings.

“Deepfake memicu serangkaian kebijakan di bidang teknologi dan hukum.” Bahkan siapa pun yg punya komputer dan akses Internet secara teknis bisa membuat konten deepfake, kata Villasenor yg juga profesor Teknik Mesin di Universitas California, Los Angeles.

Bagaimana deepfake bekerja?

Sistem kajian mendalam bisa membuat konten tiruan dgn mempelajari foto dan video dr sosok yg menjadi target dr berbagai sudut pandang dan meniru gerak-gerik tubuh dan gerakan bibirnya. Barret menjelaskan, “ketika materi awal palsu sudah dibuat, sebuah metode yg disebut GAN bisa membuatnya jadi makin terlihat asli. Proses GAN mendeteksi kekurangan sehingga bisa membuat video terlihat sempurna.” Dan setelah melalui serangkaian pendeteksian dan perbaikan, deepfake akhirnya rampung, kata si profesor.

Menurut laporan dr MIT, sebuah alat yg bisa membuat deepfake “menjadi senjata sempurna bg si pembuat berita palsu yg ingin mempengaruhi segalanya, dr mulai harga saham sampai pemilu.” Bahkan “perangkat AI kini sudah dipakai utk memasang wajah orang lain pd kepala seseorang dgn badan seorang bintang porno serta ucapan dr seorang politikus,” tulis Martin Giles, kepala biro San Fransisco dr MIT Technology Review dlm sebuah laporan. Dia menyebut GAN bukan membuat masalah, tapi justru memperparah.

Apa itu deepfake?

Kata deepfake memuat dua istilah “kajian mendalam (deep learning)” dan “fake (palsu)” dan itu sebentuk kecerdasan buatan (AI). Istilah gampangnya, deepfake adalah video palsu yg dibuat dgn kajian mendalam, kata Paul Barret, profesor hukum di Universitas New York. Kajian mendalam adalah serangkaian AI yg berarti penataan algoritma yg bisa mengkaji dan membuat keputusan cerdas sendiri.

Tapi bahayanya deepfake adalah “teknologi ini bisa dipakai utk membuat orang percaya sesuatu itu benar pdhal tidak,” kata Peter Singer, ahli keamanan dan pertahanan siber sekaligus akademisi senior di lembaga peneliti New America. Singer bukan satu-satunya orang yg memperingatkan bahayanya deepfake. Villasenor mengatakan kepada CNBC, “teknologi ini bisa dipakai utk merusak reputasi seorang kandidat politik dgn cara membuat si kandidat terlihat mengatasan sesuatu atau melakukan sesuatu yg sebetulnya tidak pernah dia katakan/lakukan.”

“Deepfake menjadi alat luar biasa bg siapa pun yg ingin menyebarkan informasi palsu dan mempengaruhi pemilu,” kata Villasenor.

Bagaimana mendeteksi video rekayasa?
ecerdasan buatan bisa dipakai membuat deepfake tapi juga bisa utk mendeteksinya, tulis Villasenor Februari lalu. Dgn makin mudahnya pengguna mengakses, para peneliti kini makin fokus mendeteksi deepfake dan mencari cara utk membuat aturan soal ini. Kantor berita Reuters melaporkan, perusahaan teknologi besar mcm Facebook dan Microsoft sudah mengambil tindakan utk mendeteksi dan menghapus video deepfake. Kedua perusahaan itu awal thn ini mengumumkan mereka akan bekerja sama dgn sejumlah universitas unggulan di seantero AS utk membuat sebuah basis data besar tentang video-video deepfake buat keperluan penelitian.

“Sebetulnya ada secuil aspek visual yg tidak muncul kalau kita cermati, entah itu dr bentuk telinga, mata yg tidak selaras sehingga ke kulit wajah di bgan tepi atau kulit yg terlalu mulus kena paparan cahaya dan bayangan,” kata Singer. Tapi dia mengatakan mendeteksi kekurangan itu kini makin sulit seiring teknologi deepfake yg kini kian canggih dan video terlihat makin asli.

Seiring makin berkembangnya teknologi, Villasenor mengingatkan, teknik pendeteksian seringkali tertinggal dr metode pembuatan video yg makin maju. Jadi pertanyaannya sekarang adalah: “Apakah orang akan lebih percaya deepfake atau mendeteksi algoritma yg menyatakan video itu rekayasa?”

Loading...

Tags: #Bahayanya #Deepfake #Inilah

author
Author: 
    Ditanya Jika Bertemu Syahrini dan Reino, Luna Maya: Gue Nggak Pernah Menghindar!
    slidegossip.com – Meski telah berakhir, kisah asmara Luna Maya dgn Reino Barack menjadi
    Jom Cuti Sekolah Bersama Captain Quack & Friends Di Sunway Lagoon
    Hi semua.. Dah masuk cuti sekolah kan mesti tengah planning nak bawa anak-anak
    Sindir Artis yg Suka Pamer Isi ATM? Tamara Bleszynski: Receh, Sangat Memalukan!
    slidegossip.com – Belakangan ini byk artis-artis yg ikut-ikutan membongkar isi saldo di ATM
    Bibir Bengkak, Barbie Kumalasari Disantet? Mbah Mijan: Dari Orang yg Ditolak Cintanya!
    slidegossip.com – Kabar mengejutkan datang dr Barbie Kumalasari. Baru-baru ini bibir Barbie Kumalasari

    Comments are closed.